Pertemuan Tahunan di Bali, Indonesia

Apakah Pertemuan Tahunan IMF dan Kelompok Bank Dunia (World Bank Group) itu?

Pertemuan Tahunan adalah serangkaian acara yang berlangsung pada bulan Oktober, bertepatan dengan pertemuan tahunan Dewan Gubernur yang mencakup perwakilan pemerintah dari 189 negara anggota kedua lembaga ini. Pertemuan-pertemuan ini adalah konferensi ekonomi utama di dunia.

Pertemuan Tahunan mempertemukan para pejabat bank sentral, menteri keuangan, akademisi, eksekutif sektor swasta, anggota parlemen, wakil organisasi masyarakat sipil, dan wartawan. Berbagai acara dalam pertemuan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk membahas isu-isu global, termasuk prospek ekonomi, stabilitas keuangan, lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, pembangunan, dan efektivitas bantuan.


Kapan dan di mana Pertemuan Tahunan berlangsung?

Biasanya untuk dua tahun berturut-turut pertemuan diselenggarakan di markas besar  IMF dan Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat dan untuk tahun ketiga di salah satu negara anggota. Pertemuan Tahunan 2017 berlangsung di Washington DC. Pertemuan Tahunan 2018 akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, Indonesia, pada bulan Oktober. Daftar lengkap negara-negara tuan rumah tersedia di sini.


Bagaimana proses seleksi untuk menentukan lokasi Pertemuan Tahunan?

Prosesnya dimulai di mana pemerintah negara anggota mengajukan minat menjadi tuan rumah secara tertulis, kemudian dilanjutkan dengan dokumen penawaran yang memperinci bagaimana mereka akan memenuhi persyaratan utama, seperti tempat konferensi, jumlah kamar hotel, kemampuan teknologi informasi, dan keamanan. Negara-negara yang memenuhi persyaratan utama dimasukkan ke dalam daftar singkat untuk diinspeksi oleh tim IMF dan Bank Dunia. Berdasarkan kesimpulan tim ini, anggota-anggota Dewan Eksekutif dari kedua lembaga kemudian membuat rekomendasi kepada Dewan Gubernur.

Untuk Pertemuan Tahunan 2018, Indonesia dipilih sebagai negara tuan rumah. Faktor utama dari pemilihan ini adalah fakta bahwa Nusa Dua, Bali, memenuhi persyaratan utama, dengan ketersediaan tempat konferensi dan fasilitas akomodasi, teknologi informasi dan sarana audiovisual yang tepat, serta transportasi lokal dan internasional yang mudah.


Manfaat apa yang diperoleh suatu negara kalau menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan?

Kesempatan untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan memberi banyak manfaat bagi negara tuan rumah, termasuk peluang meningkatkan pariwisata, investasi, dan bisnis yang berkelanjutan meskipun pertemuan sudah berakhir. Kehadiran sekitar 10 ribu peserta pada rangkaian acara selama satu pekan itu memberi platform yang tak tertandingi bagi negara tuan rumah untuk tampil di panggung dunia, memamerkan pencapaian-pencapaiannya, dan menonjolkan potensi ekonomi untuk investasi dan pertumbuhan ekonomi.


Dan apakah manfaat khusus bagi Indonesia?

Menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan akan menjadikan Indonesia pusat perhatian di panggung dunia dan menyoroti betapa penting Indonesia dan perannya yang semakin besar dalam isu-isu global. Pertemuan Tahunan memberi platform bagi Indonesia—dan kawasan ASEAN secara lebih luas—untuk memamerkan pencapaian sosial dan ekonomi yang impresif dalam beberapa tahun belakangan ini.

 

Selain itu, Pertemuan Tahunan akan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan global utama untuk konferensi dan kunjungan, sehingga memungkinkan Indonesia memproyeksikan diri sebagai lokasi yang terorganisir secara baik untuk pertemuan-pertemuan tingkat tinggi. Pada tingkat lokal, meskipun Bali sudah menjadi tujuan kelas dunia dengan infrastruktur yang baik, perbaikan akan terjadi di berbagai bidang, termasuk fasilitas bandara, jalan raya, pariwisata domestik, dan konektivitas digital.


Apa dampak lingkungan dari peran tuan rumah Pertemuan Tahunan di Bali?

Meminimalisir dampak lingkungan dari Pertemuan Tahunan merupakan tujuan utama. Saluran digital akan dipakai secara luas, dan peralatan (komputer, meja, dll) yang dibeli akan disumbangkan untuk rakyat Indonesia.

 

Manfaat apa yang diperoleh Indonesia dari keanggotaannya di IMF?

Indonesia adalah satu dari 189 negara anggota IMF. Melalui keanggotaan ini, Indonesia punya akses berkesinambungan ke para pemain utama ekonomi global dan mampu mempengaruhi perdebatan isu-isu utama dunia, misalnya perdagangan dan perpajakan internasional. Indonesia juga memiliki akses ke bantuan teknis dan pelatihan dalam bidang-bidang ekonomi dan keuangan utama, seperti kebijakan moneter, pengelolaan cadangan devisa, dan supervisi perbankan.

 

Manfaat yang lebih luas, keanggotaan di IMF meningkatkan stabilitas ekonomi dan keuangan global, yang pada akhirnya membantu perkembangan kondisi ekonomi yang lebih baik bagi industri dan ekspor Indonesia.

 

Apakah makna dan kepentingan Indonesia dan Asia menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan?

Pertemuan Tahunan di Bali merupakan kesempatan bagi Indonesia dan Asia untuk mempertegas kembali pentingnya peran dan pengaruh besar mereka di panggung dunia. Indonesia adalah negara kuat dan berpengaruh yang semakin menonjol di Asia, kawasan yang pengaruhnya semakin meningkat sebagai pasar terbesar di dunia dalam waktu dekat. 

Bagi IMF, Pertemuan Tahunan di Indonesia memberi peluang untuk memperkuat keterlibatannya di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi cepat di mana enam negara terwakili dalam kelompok G-20. Menyusul persetujuan reformasi kuota IMF tahun 2010, Asia kini memiliki saham suara di IMF sekitar 20 persen, sangat sesuai dengan kedudukan kawasan ini dalam perekonomian dunia.